Terima Kasih Telah Meluangkan Waktunya Untuk Mengunjungi Blog Ini
Agen rahasia Amerika Serikat, FBI, terus melakukan pencarian terhadap hacker yang sengaja membobol akun Twitter milik Presiden Barrack Obama beberapa waktu lalu. Hasilnya tak sia-sia, mereka berhasil membekuk pelaku yang berani mengacak-acak akun orang nomor satu di AS itu.

Peretas yang diketahui menggunakan nama samaran Hacker Croll, sukses ditahan pihak berwajib di kawasan Puy-de-Dome, Perancis. Agen FBI bersama dengan pihak keamanan setempat memang telah mengintai pemuda yang tak punya pekerjaan tersebut selama beberapa bulan.

Hacker berusia 25 tahun tersebut sukses mengubah beberapa kode yang sulit ditembus. Melalui kode-kode itu, si perusak masuk dan mengubah akun Twitter yang diinginkannya, termasuk Obama dan beberapa artis Hollywood lainnya.

Pihak berwenang yang melakukan investigasi menegaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, Hacker Croll tidak pernah merugikan korbannya dari segi materi atau melakukan kejahatan lainnya. Artinya, kegiataan ilegal yang dilakukannya adalah mencari sensasi saja.

Kini, dia masih menjalani sejumlah pemerikasaan di penjara di dekat kota Clermont-Ferrand, dan menerima ganjaran atas perbuataan yang dilakukannya tersebut.

Presiden AS Barack Obama sendiri untuk pertama kalinya mengirimkan tweet atau pesan twitter dari lokasi bencana gempa yang mengguncang Haiti . Obama bergabung dengan jutaan pengguna Twitter lainnya pada pertengahan Januari 2010, memanfaatkan situs mikroblogging tersebut untuk menyampaikan informasi terkini terkait bencana alam yang menghantam Haiti.

Tidak hanya Obama, artis pop Britney Spears turut menjadi korban pembobolan dari Hacker Croll. Twitter Spears sukses dirusak pada November 2009 itu, membuat beberapa managemen dan penggemarnya kaget bukan kepalang.

Pasalnya, hacker sempat menuliskan sebuah pesan yang mengklaim bahwa penyanyi yang dikenal lewat tembang Baby One More Time itu adalah seorang pemuja iblis.

Hacker Croll: Saya Bukan Hacker

Remaja asal Prancis, yang diduga bertanggung jawab membobol akun Twitter pribadi milik Presiden AS Barack Obama mengaku dirinya bukanlah hacker. Ia hanya berniat baik mencari kelemahan dari keamanan sebuah jaringan internet.

"Saya melakukan ini hanya karena ingin memperingati mereka, menunjukkan betapa sistem mereka sangat rentan. Saya tidak melakukannya untuk tujuan merusak," ujar remaja berusia 23 tahun yang bernama Francois C.

Teknisi komputer yang tidak bekerja ini ditangkap di rumah orang tuanya di wilayah Beaumont, Prancis karena diduga sebagai dalang pembobolan akun Twitter milik Obama dan penyanyi Britney Spears. Remaja dengan sebutan 'Hacker Croll' ini akan menuju pengadilan pada 24 Juni nanti dan terancam hukuman dua tahun penjara jika terbukti bersalah melakukan hacking.

Sebelum membobol ke Twitter, ia mengaku telah lebih dulu membobol akses mailbox milik karyawan perusahaan hanya dengan menebak password. Penebakan password ini hanyalah sebatas kira-kira yang berhasil diprediksi setelah mempelajari halaman facebook, blog dan situs pribadi target.

"Awalnya, semua orang menganggap hal ini hanya lelucon saja, sampai akhirnya Twitter sendiri melontarkan keluhan," ujar Francois.

Ibu Francois sendiri tidak menduga jika anaknya bisa melakukan hal seperti itu, meski ia mengakui anaknya memang sedikit introvert. Menurut sang ibu, Francois memang jarang keluar rumah dan ia menghabiskan waktu hingga 10 jam setiap harinya di dalam kamar, mengutak-atik komputernya, sejak ia mulai mengenal komputer pada usia 14 tahun.

"Saya bukanlah seorang hacker. Saya hanya mirip seperti seorang perompak," ujar Francois.

Ini bukanlah kali pertama Hacker Croll melakukan aksinya. Sebelumnya, pada bulan July lalu, TechCrunch mengaku mendapatkan kiriman 310 data rahasia Twitter dan dokumen milik karyawan dari 'Hacker Croll'. Dokumen tersebut berisi jadwal meeting, kesepakatan kerja sama, project keuangan, kalender, nomor telepon penting, rencana perusahaan, dan informasi lainnya.

Kala itu, pendiri Twitter, Evan Williams menyatakan bahwa dokumen tersebut telah usang dan hacker yang membobol dipastikan tidak sampai mengutak-atik akun pribadi pengguna Twitter.

Pengacara Hacker Croll Jean-Yves Coquillat mengatakan, Francois bukanlah hacker dalam artian yang sebenarnya. Dia hanya orang yang kebetulan masuk ke 'rumah' seseorang yang 'pintu' nya dibiarkan terbuka.
0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Page Ranking Tool

Contributors

Foto Saya
MANGGE ABHOENK
Lihat profil lengkapku

Recent Posts

Traffic Blog